Selamat Datang

Selasa, 12 Juli 2011

PPLS 2011, Mewujudkan Masyarakat Sejahtera Berbasis Data

Taliwang - Kamis (7/7/2011), diselenggarakan sosialisasi Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) 2011 di Ruang Sidang II, Gedung Setda. Acara yang bertajuk “Menuju Sistem Basis Data Terpadu untuk Program perlindungan Sosial” ini merupakan kegiatan rutin 3 tahunan untuk mendapatkan basis data terpadu rumah tangga dan keluarga sebagai sasaran pelbagai program perlindungan sosial pada kelompok masyarakat menengah ke bawah.
Sosialisasi ini dibuka secara langsung oleh Sekretaris Daerah, Ir. W. Musyafirin, MM. Dalam sambutannya menekankan pada perlunya evaluasi data yang masih belum tertata rapi dan membuat kelimpungan. “Dalam pembangunan ini, KSB mengedepankan pembangunan berbasis Rukun Tetangga (RT)”, ujarnya sambil membuka acara.
Untuk itu, sosialisasi tersebut menghadirkan Drs. Wahyudin, MM, dari BPS Provinsi sebagai narasumber. Pendataan yang dilakukan khususnya terkait dengan masalah sosial yaitu upaya untuk menanggulangi kemiskinan. PLSS merupakan basis data sosial ekonomi terpadu yang berkualitas untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, yang menajdi sasaran adalah masyarakat menengah ke bawah. “Pegawai Negeri Sipil tidak boleh mendapat bantuan sosial karena sudah dibantu oleh negara melalui ASKES dsbnya. Kita akan melakukan penyisiran langsung ke rumah tangga untuk menghilangkan exclusion error”, tambah Wahyudin.
Berdasarkan kuota PPLS 2011 tingkat Propinsi, Sumbawa Barat menjadi peringkat paling sedikit yang menerima bantuan sosial. Sedangkan di tingkat Kabupaten, Brang Ene merupakan kecamatan paling sedikit yang menjadi sasaran penerima perlindungan sosial.
Berperan sebagai moderator, M. Hasby AM, SH (Asisten I), berujar bahwa KSB masuk dalam kategori daerah miskin karena masih menerima BLT, bantuan sosial, dsbnya. Namun, menurutnya, KSB merupakan kabupaten terkaya ke-6 di seluruh Indonesia, menurut data BPS. “Ketika Newmont masuk, KSB termasuk terkaya ke-6. Namun, jika tidak termasuk Newmont, KSB berbalik menjadi yang termiskin”, tandasnya.
Menurut Sekretaris Bappeda, yang juga hadir sebagai narasumber, target angka kemiskinan nasional untuk KSB tahun 2014 yaitu 8-10 persen. “Dalam hal penanggulangan masalah kemiskinan, kita sudah membentuk Tim, sudah berjalan 2 tahun ini. Anggota tim ini mulai dari bupati, wabup, Kepala Dinas, hingga staf”, tukasnya menjelaskan.
Acara sosialisasi ini mendapat tanggapan peserta yang terdiri dari pimpinan SKPD, salah satunya dari Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi. “Kami akan memberikan pelatihan kewirausahaan ke 64 desa, agar masyarakat bisa berkembang dan mandiri. Kalau manusia tidak mandiri, selamanya akan di bawah terus”, tandasnya. Hal ini mendapat respon positif dari peserta yang lain. Pelatihan ini akan bisa menumbuhkan semangat kemandirian orang.
Hal lain yang mendapatkan perhatian peserta adalah 14 indikator kemiskinan yang masih kurang relevan dan perlu direvisi lagi karena mengingat beberapa hal. Salah satunya ialah dinding rumah yang harus terbuat dari tembok berplester. Padahal sebagian besar masyarakat KSB lebih nyaman dengan dinding kayu atau bambu. Indikator kemiskinan dari tiap dinas pun berbeda-beda. Dari Dinas Peternakan misalnya menyebutkan kriteria orang kaya adalah yang punya 5 induk hewan ternak.
Ada juga yang mempertanyakan tentang banyaknya program antara lain BLT, Jamkesmas, Raskin, PKH, dsbny, tapi belum tepat sasaran. Dengan adanya PPLS, teman-teman SKPD bisa mengambil data yang sama (satu pintu) agar masyarakat di aras bawah bisa mendapat kesejahteraan dan keadilan. “Saya mengapresiasi KSB yang melakukan pendataan bebasis Rukun Tetangga, yaitu by name, by address”, Wahyudin.
PPLS menjadi langkah kecil menuju masyarakat sejahtera agar tercapai keadilan bagi mereka yang membutuhkan. Namun, tantangan lainnya yang perlu diantisipasi ialah mengubah mindset masyarakat agar bisa mandiri dan tidak menjadi konsumtif. “Sayangnya masyarakat tidak paham selama ini. Dikasih uang, malah buat beli HP, sepeda motor, padahal seharusnya bisa untuk usaha”, keluh Asisten I Setda. (nh)

0 comments:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes